“Pemuda & Semangat Primordialesme Membangun Indonesia Sejahtera”

Oleh: Abdul Muid

Seminar dan diaolog yang bertemakan “Pemuda dan Semangat Primordialesme Membangun Indonesia Sejahtera” merupakan salah satu agenda yang diimplementasikan oleh kader-kader IMSAK dalam mewujudkan cita-cita IMSAK itu sendiri yaitu improvisasi Intelektualitas, Moralitas, dan Spritualitas. IMSAK dengan beranggotakan sumber daya-sumber daya manusia yang multikonsentarasi dalam keilmuan berusaha untuk mewujudkan primordialitas yang berbasiskan intelektualitas. Tentunya primordialitas dalam arti yang lebih luas yang kemudian dengan nilai-nilai primordialitas itu manusia-manusia IMSAK mampu membawa nilai-nilai luhur dan kesasakan yang mampu berkompetisi baik itu dalam ruang lingkup transindividual, trandaeerah ataupun dalam lingkup nasional.

Berangkat dari semangat primordialisme ini pula IMSAK berusaha membangun nilai-nilai universal yaitu semangat kebersamaan, semangat persaudaraan, dan semangat kerjasama yang erat antar anggotanya sehingga dengan semangat itu menciptakan bangunan-bangunan peradaban yang kokoh untuk sehingga kemudian bangunan peradaban itu menjadi symbol integritas tinngi dan kemajuan yang dimiliki oleh bangse sasak.

Seminar dan dialog public yang diselenggarakan oleh IMSAK yang dimoderatori oleh Abdul Muid terlahir dari semangat sumpah pemuda dan primordialisme pemuda sasak. seperti yang disampaikan oleh Narasumber pertama (M. Harfin Zuhdi, MA) pemuda meruapakan masa-masa dalam kesemangatan. Beliau mengartikan “semangat promordialitas” sebagai upaya paham kedaerahan yang harus dibangun sebagai semanagat untuk bisa melebur dalam menciptakan peradaban. Bercermin dari semnagat sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang dimana dilahirkan benih-benih semangat para pemuda pada saat itu perlu dan patut dicontoh untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sumpah pemuda yang digagas dari Kecermelangan para pemuda-pemuda yang berasal dari berbagai entitas pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Islamic bond dll menjadi suatu hal yang harus dicontoh oleh pemuda sasak pada saat ini. Segala potensi dan kompetisi yang dimiliki oleh pemuda sasak sudah sepatutnya berusaha untuk terus terjun dalam perjuangan bangsa Indonesia. Sosok harus memiliki semangat yang kuat, tidak loyo dan tidak berlebihan agar tercipta rasa nasionalisme terhadap Negara dan bangsa sesuai dengan isi kandungan sumpah pemuda. Semangat Sumpah pemuda menjadi suatu jembatan yang membawa pemuda untuk mencapai tujuan sebagai pemuda yang handal dan berkarya untuk mensejahterahkan bangsa dan Negara.

Primodialisme merupakan instrument untuk mencapai kebersamaan yang sehingga membawa para pemuda untuk berbaur kedalam semua golongan dan tidak membeda bedakan dengan tujuan bisa menghadapi tantangan yaitu mengembalikan nasionalisme yang telah memudar dalam diri pemuda bangsa Indonesia. Adapaun karakter pemuda yang ideal (menurut pembicara pertama) dalam mengahadapi tantangan dan perjuangan bangsa yaitu

· Mempunyai integritas moral yang tinggi yaitu pemuda harus bisa berbaur dengan seluruh entitas pemuda Indonesia dengan membawa etika dan moral yang baik yang mencerminkan sifat luhur local (promordial) dan nilai luhur bangsa Indonesia

· Mempunyai semangat yaitu pemuda merupakan masanya untuk menggali kekuatan, menggali potensi dalam meningkatkan intelektualitas. Dan tentunya bangsa ini tidak dibangun oleh pemuda-pemuda yang lemah, letoy dan tidak punya semangat yang membara

· Berani melawan mainstream kebatilan. Sudah menjadi hukum alam para pemimpin yang dimuliakan oleh tuhan dan dikenang oleh suatu bangsa memulai segala perjuangannnya dengan kebaranian dalam melawan kebatilan berani melawan mayoritas yang salah dan lantang menyuarakan kebenaran.
· Mampu bersosial dengan seluruh elemen bangsa. Pemuda menjadi awal dalam membangun kerakter bangsa dan menjadi senyawa-senayawa dalam membangun peradaban bangsa.

Adapun menurut narasumber yang kedua (Agus Hilman, S.Sos: primordialisme diartikan sebagai semangat kedaerahan dalam konteks memperkuat kebangsaan Indonesia. Primordialitas lebih menekankan pada membangun kebersamaan, membangun persatuan bangsa. Adapun karakter yang harus dimiliki oleh pemuda dalam membangun kebersamaan dan persatuan bangsa yaitu

· Pemuda harus memiliki gagasan atau ide untuk mengembangkan diri dan bangsa serta memahami makna kepemimpinan dalam kontak ide.
· Pemuda yang dinamis tidak statis dan tidak malu dalam berkarya dan memberikan ide ide yang konstruktif
· Pemuda yang visioner serta memahami arti kepemimpinan serta berjiwa suppotrtif.
· Pemuda yang mempunyai rasa kemerdekaan.

Sebagai pemuda seperti yang disampaikan oleh narasumber ketiga (Aji Turmuzi) harus mempunyai keingingan, orientasi dan cita-cita sehingga pemuda mendapatkan sesuatu yang diharapkan penuh kebanggan. Adapun kelebihan- kelebihan pemuda yaitu optimis, membangun ide adapun kelemahan pemuda adalah tidak mampu untuk mengendalikan emosi sehingga bnyak hal yang menjadi dampak buruk terhadap diri seorang pemuda serta bangsa dan Negara.

Berkah itu ada pada yang tua dan karya itu ada pada yang muda. Sepeerti itulah gambaran yang musti dicatat dalam benak dan hari para pemuda untuk bisa melangkah dalam samudra kehidupan dan setidaknya dalam mengarungi kehidupan itu pemuda harus memiliki dua bekal yang dimana bekal yaitu

· Konsep ; pemuda dengan semangat dalam menciptakan karya harus memiliki konsep yang utuh tentang gambaran masa depan, gambaran perjuangan dan gambaran untuk melangkah dalam kehidupan. Konsep yang mengajari kita untuk mengetahui dan belajar kedisplinan dalam meraih masa depan sangat dibutuhkan oleh kaula muda agar tidak kehilangan orientasi (disorientasi)

· Optimis ; Masa muda merupakan masa emas dalam meraih cita-cita yang tinggi. Pada masa mudalah segala usaha dan kerangka ikhtiar teraplikasi. Dengan usaha kerangka ikhtiar itu optimesme muda akan terbangun selain itu pemuda merupakan masa untuk memperbaiki diri dengan semangat untuk bisa merubah diri yang lebih baik.

Pembicara atau Pemateri dalam seminar adalah

[1] M. Harfin Zuhdi, MA merukapan “Dosen Fakultas Psikologi dan Fakultas Syariah UIN Jakarta selain itu beliau juga sebagai anggota LP Maarif NU dan Bahstul Masail NU, lahir di Cakranegara 31 Oktober 1972. menempuh pendidikan jenjang menengah di Jombang Jawa Timur dan menamatkan pendidikan strata satu di UIN Jakarta dengan nilai kumlaude. juga menyelesaikan pascserjananya pada almamater yang sama.

[2] Agus Hilman, S.Sos Merupkan :Staf Tenaga Ahli Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, lahir di Ampenan pada tanggal 03 Agustus 1983 , menempuh pendidikan konsentrasi Sosiologi Agama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan sekarang sedang menyusun tesisnya di Universitas Indonesia. pernah menjadi stap riset stasiun televise Metro TV.

[3] Aji Turmuzi Merupkan: Wartawan Harian Berita NTB lahir di Lombok Timur 17 Juli 1980 menempuh pendidikan di UNW mataram dan sekarang sedang menempuh pascasarjananya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Karya-karya beliau yang telah dipublish seperti Novel “Sesak Cinta di Tanah Sasak”. Antalogi Puisi Mahabbah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s