” SOSIALISASI GERAKAN DAKWAH “

” SOSIALISASI GERAKAN DAKWAH “

oleh: A.hamid Alghamidi
Apabila gerakan dakwah hanya melakukan lingkar kegiatan ideologisasi, akan berdampak pada eksklusivitas dan ketersembunyian gerakan dari public. Oleh karena itu, apabila konsolidasi personal dan struktural telah mencapai batas ambang yang dianggap memadai, maka gerakan dakwah harus mulai membuka diri dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas, dan pada saat yang sama melakukan rekrutmen publik secara masif.
Argumen Urgensi Sosialisasi Gerakan
Tiga alasan berikut memperkuat keharusan melakukan sosialisasi gerakan dakwah. Pertama, adanya contoh kegiatan sosialisasi gerakan dakwah di zaman kenabian. Kedua, sifat ajaran islam yang menampik perilaku antisocial. Ketiga, manusia memiliki kebutuhan social.
Pelajaran dari Gerakan Islam di Zaman Kenabian
Dakwah ditujukan kepada siapa saja, untuk meningkatkan kapasitas keberagaman masyarakat. Kita lihat Rasulullah dan para sahabat, sesuai misi kedatangan Islam, telah mampu membawa Islam dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Sentuhan-sentuhan langsung dengan berbagai urusan public, berhubungan dengan bermacam patologi social yang tersebar di tengah kehidupan, serta memberikan berbagai solusi praktis adalah bentuk-bentuk apresiasi keberislaman mereka.
Islam Menolak Perilaku Antisosial
Islam adalah agama yang menampik perilaku antisocial, sebab perilaku ini tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dengan amat tegas Rasul mulia memberikan pengarahan:
“Orang-orang yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas cobaan mereka lebih baik dan lebih besar pahalanya daripada orang-orang yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas cobaan mereka”.
Manusia Memiliki Kebutuhan Sosial
Manusia secara fitrah dan naluriah menghajatkan sentuhan sosial untuk berbagai kebutuhan dasar kehidupan mereka. Kesejahteraan, kecukupan kehidupan, rasa keamanan, perlindungan terhadap hak milik dan hak asasi mereka, adalah contoh kebutuhan social yang tak terelakkan. Manusia dimanapun tempatnya dan apapun agama mereka, senantiasa memerlukan interaksi social, saling memberi, saling membantu, saling memanfaatkan.
Sosialisasi Gerakan Dakwah
Lingkar kegiatan sosialisasi gerakan dakwah berorientasi kepada beberapa sasran berikut:
Meningkatnya kapasitas keberagamaan masyarakat, sehingga terbentuk masyarakat religius yang melaksanakan kewajiban beragama.
Muncul dan menguatnya opini-opini positif tentang Islam, dan opini-opini Islami dalam berbagai bidang kehidupan baik social, ekonomi, poltik, hukum, hankam, HAM, dan lain sebagainya.
Muncul dan menguatnya penampilan Islam (al Mazhar al Islami) di tengah masyarakat .
Muncul dan menguatnya dukungan public terhadap dakwah dan gerakan dakwah
Terekrutnya berbagai elemen masyarakat secara luas untuk menjadi pelaku dan pendukung dakwah
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam rangka mencapai sasaran mihwar sya’bi tersebut, diantaranya adalah:
Menguatkan peran publik para aktivis dakwah ditengah masyarakat, dengan jalan interaksi social dan pembuatan kegiatan-kegiatan social untuk meningkatkan citra positif dan kedekatan serta ketokohan aktivis dakwah di tengah masyarakat .
Mengintensifkan kegiatan dakwah ‘amah (umum) di tengah masyarakat untuk membina dan meningkatkan potensi keislaman mereka
Membuat wajihah atau wadah berkegiatan yang formal agar para aktivis dakwah bisa berinteraksi secara luas dengan berbagai kalangan masyarakat melalui wajihah tersebut. Wajihah ini dibuat oleh gerakan dakwah untuk sarana berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Membuat wadah-wadah atau lembaga yang menghimpun potensi masyarakat untuk diinteraksikan dengan para aktivis dakwah. Lembaga ini dibuat bersama-sama antara masyarakat dengan para aktivis dakwah
Mengoptimalkan peran media massa baik cetak maupun elektronik untuk penyebaran opini, persepsi dan informasi kepada masyarakat.
Melakukan komunikasi dan silaturahim dengan tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi social politik, untuk membangun jaringan dan kebersamaan
Melakukan komunikasi dan silaturahim dengan tokoh-tokoh gerakan dakwah dan lembaga-lembaga dakwah Islam untuk menyamakan visi pergerakan serta merajut jalinan kerjasama yang positif antar elemen gerakan dakwah
Rekrutmen pada Lingkar Kegiatan Sosial
Rekrutmen (tajnid) pada lingkar kegiatan sosialisasi tidak semata-mata berorientasi kepada bergabungnya personal pilihan menjadi “bagian dalam” dari gerakan Islam, namun berorientasi mendekatkan masyarakat pada kultur keislaman, dengan harapan mereka bisa memberikan kontribusi optimal sesuai potensi mereka masing-masing. Kontribusi yang diharapkan bisa bersifat langsung atau tidak langsung terhadap gerakan dakwah.
Langkah-Langkah Rekrutmen Publik
Untuk bisa melakukan tajnid jamahiri (rekrutmen public), atau pengumpulan potensi secara missal dari masyarakat, ada enam langkah yang harus dipenuhi gerakan dakwah:
Pemetaan Sosial
Pemetaan yang jeli atas realitas masyarakat menjadi langkah awal untuk melakukan rekrutmen public. Rekayasa social adalah sebagian watak dasar dakwah Islam. Istilah ini menunjuk pada perubahan bentuk secara bertahap dari kondisi yang ada (social reality atau social fact) kepada kondisi yang diidealkan, denagn kata lain, rekayasa selalu mengarah pada model pendekatan gradual, bertahap dan berkesinambungan.
Menentukan Prioritas Sasaran
Prioritas sasaran lebih ditekankan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi anasir perubah (agent of change) bagi komunitas mereka masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar nantinya bisa membantu gerakan dakwah melakukan pengumpulan potensi massa dari komunitas mereka sendiri.
Penentuan Strategi Dasar (grand strategy)
Strategi dasar untuk melakukan tajnid jamahiri perlu diletakkan agar segala tindakan berikut resiko yang akan muncul sudah terkalkulasi sejak awal. Strategi dasar ini antara lain meletakkan posisi-posisi personal maupun structural secara tepat, menyusun langkah-langkah strategis berikut target-target pencapaian, serta landasan kebijakan operasional.
Penentuan Metodologi Rekrutmen terhadap Sasaran
Setiap sasaran memiliki karakter yang khas, dan oleh karenanya memerlukan metodologi yang spesifik pula. Bahasa masyarakat disetiap level social dan ekonomi akan senantiasa beragam. Apabila gerakan dakwah tidak variatf dalam metodologi pendekatan, niscaya tak akan memperoleh hasil yang optimal. Rasul saw dalam gerakan dakwah beliau membangun peradaban Islam, menggunakan metodologi yang amat variatif.
Menentukan Sarana dan Prasarana Rekrutmen
Setelah metodologi diketahui, maka sejumlah sarana dan prasarana diperlukan untuk implementasi. Kekuatan gerakan dakwah untuk menghadirkan sarana dan prasarana untuk saat ini masih sangatlah terbatas. Keterbatasan dana yang lebih disebabkan karena lemahnya kemampuan penggalangan dana, masih mewarnai kondisi gerakan dakwah hingga saat ini. Dampak dari kelemahan dibidang ini sejatinya cukup serius, misalnya sedemikian lemah gerakan dakwah mampu menghadirkan yang marak publisitas, menarik secara performen, dan membentuk opini yang luas serta kontinyu
Evaluasi dan Penanganan Hasil Rekrutmen
Setelah upaya pengumpulan potensi masyarakat dilakukan sesuai skala prioritas dan pendekatan metodologis tertentu, tidak boleh ditinggalkan upaya untuk mengevaluasi hasil kerja. Berbagai catatan tentang keberhasilan atau kegagalan dalam mengaplikasikan metodologi tajnid tersebut harus mendapatkan perhatian untuk upaya perbaikan di masa mendatang.( A.h )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s