Generasi Muda

“Kalau pada saya diberikan seribu orang tua, saya hanya dapat memindahkan gunung semeru. Tapi kalau sepuluh pemuda bersemangat diberikan kepada saya, maka seluruh dunia dapat saya goncangkan” [Soekarno]

Kalau kita berangan-angan atau sekedar mengingat kembali romantisme sejarah, tentunya pemudalah yang paling berinisiatif dan banyak andil dalam setiap perubahan. Melalui tulisan ini penulis tidak ingin menyanjung-nyanjung tentang peran pemuda dalam pentas peradaban ini. Tapi setidaknya kita tidak serta merta melupakan begitu saja peran mereka dalam kancah perubahan, tentu saja dengan tidak menafikan peran serta dan dukungan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga tidak salah pemuda disebut sebagai lokomotif perubahan. Tentunya dengan predikat yang melekat pada dirinya itu tidaklah membuat pemuda menjadi terninabobokan olehnya. Namun yang menjadi permasalahan sekarang adalah yaitu ketika pemuda yang akan menjadi pewaris ‘tahta’ peradaban larut dan terjebak dalam arus budaya hedonis. Perkembangan informasi dan teknologi harus kita akui telah sedikit banyak mereduksi nilai-nilai moral kemanusiaan kita. Sebut saja perkembangan dunia maya atau yang lebih tenar disebut internet. yang mampu membuat kita seolah tanpa jarak. Berbagai macam informasi tersaji rapi di sini, dari yang paling sopan sampai pada yang paling vulgar dan seronok.

Potret generasi muda indonesia

Tidak dapat disangkal bahwa perkembangan informasi dan teknologi telah memberikan sumbangsih yang besar terhadap perkembangan peradaban umat manusia. Dengan kemajuan teknologi dan informasi pekerjaan manusia semakin dipermudah, akibatnya manusia dimanjakan dengan kemudahan-kemudahan yang coba ditawarkan oleh produk-produk yang sifatnya instant. Disamping memberi dampak yang positif terhadap peradaban manusia, kemajuan informasi dan teknologi juga dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya generasi muda kita. Mereka adalah kelompok pertama yang menjadi sasarannya, sebab mereka merupakan sosok yang masih dalam tahap pencarian indentitas. Ulah kemajuan informasi dan teknologi sangat mudah merubah gaya hidup manusia baik cara berpikir, cara berpakaian dan cara pergaulan. Bila kita tinjau dari frame cara berpakaian maka kita dengan sangat mudah menemukan busana sexy dan setengah telanjang dalam setiap aktivitas keseharian kita. Sebut saja ditempat-tempat hiburan dan sarana perbelanjaan seperti mall. Bahkan kadang-kadang untuk menjadi seorang staf di sebuah kantor atau perusahaan pun harus berpakaian modis dan rata-rata rok lima belas senti di atas lutut. Yang lebih menyedihkan lagi, fenomena ini justru bisa kita saksikan di dunia kampus. Dunia kampus yang seharusnya menjadi penetralisir pengaruh negatif tersebut, justru berbalik arah seolah ingin melegalkan budaya hedonisme di kalangan generasi muda kita. Kampus telah menjadi pentas pertunjukan mode dan peragaan busana. Lihat saja!, disetiap sudut-sudut kampus kita, setiap hari kita disuguhkan dengan busana yang menantang oleh sebagian teman kita yang perempuan. Dengan celana jeans ketat dipadu dengan baju kaos super ketat sampai perut (full press body), sehingga kelihatan pusar dan sesekali kelihatan tali under wear kala sedang jongkok. Saat naik angkot pun harus “setengah mati” menutup bagian dada yang kelihatan saat membungkuk masuk pintu angkot. Apa susahnya sih, kalo sebelum keluar rumah harus menutupnya dengan rapi?. Fenomena seperti inipun tidak luput dari kampus-kampus yang berlebel kampus islami. Sedangkan si laki-lakinya dengan mengadopsi habis-habisan gaya hidup punk dari barat sana. seolah-olah mereka kehilangan kepribadian sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai luhur dan tata krama. Free sex menjadi mazhab baru mereka, seolah mereka lahir tanpa agama. Bukankah Tuhan telah mengambil sumpah terhadap roh manusia semasih dalam rahim untuk bersaksi …Bukankan aku ini Tuhanmu?, Lalu mereka menjawab: benar engkau Tuhan kami (Qs Al-A’raf-172). Maka tidak ada lagi alasan untuk tidak menjalankan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Perilaku sex bebas juga sangat ditentang dalam islam sebagaimana tertuang dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 30: “ Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka…” dalam islam sendiri telah diatur bagi para perempuan untuk menutup aurat dengan sempurna “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…”(QS An-Nur:31). Ayat ini menunjukan betapa islam memberikan perlindungan terhadap perempuan dari tindakan asusila, sekaligus memberikan penghargaan yang tinggi terhadap permasalahan moral.

Bila kita tinjau dari frame pergaulan, rasa-rasanya generasi muda kita telah terlanjur jatuh dalam lembah pergaulan bebas. Fenomena sex in the kost -sebagaimana hasil penelitian Iip Wijayanto yang kemudian dijadikan dalam bentuk buku-merupakan bukti yang nyata terhadap parahnya pergaulan bebas di kalangan mahasiswa di Yogyakarta. Hasilnya cukup mencengangkan, 90% mahasiswi di Yogyakarta tidak perawan lagi. Tak jarang akibat dari pergaulan bebas ini memunculkan penyakit sosial baru dalam masyarakat kita yakni praktek prostitusi. Interaksi antara laki-laki dan perempuan sepertinya sudah tidak ada lagi batas yang jelas, semuanya kabur. Sehingga jangan heran kalau duduk berduaan di tempat yang sepi, berpelukan, merangkul pinggang, bergandengan tangan antara laki-laki dan perempuan yang belum terikat tali pernikahan, dan berboncengan sepeda motor antara dua orang insan yang bukan muhrim-yang mengakibatkan dada ketemu punggung-sangat mudah kita temukan.. Pertanyaannya kemudian, Apakah kita hanya berdiam diri saja menyaksikan fenomena tersebut?. Ataukah kita turut larut di dalamnya dan diam-diam kita menjadi pemujanya?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s