Islam Radikal

ISLAM RADIKAL ANTARA PEMIKIRAN DAN GERAKAN*
Analisis Kajian Dalam Perspektif Keberagamaan

Al-Qur’an mengakui bahwa fenomena segala sesuatu di alam semesta ini terus berubah, termasuk masyarakat manusia, yang tidak pernah berubah adalah khaliqnya sendiri (Arraman : 27), dan nilai-nilai ilahiyah atau tauhid. Sunnatullah pun akan terus berlaku sepanjang masa, tanpa mengalami perubahan (Fathir : 43).

Bila kita berbicara tentang perubahan social (social change), pada umumnya kita akan menemukan tiga macam pendekatan, y aitu pendekatan konservatif, radikal atau revolusioner dan pendekatan reformis. Dalam pandangan Islam pendekatan konservatif jelas tidal diunggulkan, konservatif biasanya didukung oleh kaum formalis dan para pembela buta terhadap tradisi serta mereka yang tergolong kaum ulama obskurantis. Konservatisme mengarah pada pelestarian adapt-istiadat yang sesungguhnya sudah lapuk dan bersifat irrasional, juga pada pemeliharaan berbagai tahayyul atau supersiti. Pendekatan konservatisme meremehkan perunya perubahan dan “modernisasi” karena dianggap merusak tradisi yang sudah berjalan berabad-abad. Pendekatan konservatif mencukupkan diri dengan apa-apa yang sudah diterima dari nenek moyang atau leluhur tanpa meninjau kembali substansi yang lebih esensial. Sikap konservatif dicela tegas oleh al-Qur’an (al-Maidah : 104).

Pendekatan radikal revolusioner mengarah pada pencabutan tradisi sampai keakar-akarnya, dan menganggap pelestarian tradisi sebagai penyebab stagnasi sosial. Pada hal, tidak semua tradisi berkonotasi dan bersubstansi negatif destruktif. Dalam bahasa al-Qur’an tradisi yang baik disebut urf (al-A’raf : 199) atau ma’rufat, yakni kualitas-kualitas yang baik yang sudah dikenal luas (well known qualities), seperti tercantum dalam berbagai surat al-Qur’an. Apalagi radikalisme mengambil metode asal pukul dan asal rusak (tahawwur). Perubahan sosial yang diupayakan secara radikal atau revolusioner kiranya jelas bertentangan dengan metode al-Qur’an.

Adapun pendekatan reformis, sebagai jalan tengah antara konservatif dengan radikal memang lebih dekat dengan ajaran Islam, tapi belum sepenuhnya mencerminkan pendekatan perubahan sosial seperti diajarkan oleh Islam melalui nabi Muhammad SAW, reformisme menekankan perubahan perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit (pada tingkatan teoritis), akan tetapi dalam praktek sering tidak dapat diterapkan, karena kekuatan internal dan eksternal yang anti perubahan dan kemajuan memperoleh waktu yang longgar untuk menyusun kekuatan guna menjegal reformisme. Sejarah memang tidak banyak memberikan banyak contoh yang menunjukkan keberhasilan pendekatan reformisme dalam perubahan sosial.

Dari paparan di atas, penulis ingin melihat paradigma Islam-radikal antara pemikiran dan gerakan, bila ditinjau dari perspektif keberagamaan dan ada soal kunci yang ingin penulis mencoba menganalisisnya adalah:

Mengapa agama mengantarkan pada kekerasan? Ataukah mengapa perjuangan-perjuangan dunia nyata melibatkan agama?

Kelihatannya memang pertanyaan tersebut sederhana, namun sesungguhnya membutuhkan kejernihan berfikir agar tidak terjebak pada pertanyaan pertama, yang substansinya agama itu adalah kekerasan atau mungkin terjebak pada pertanyaan kedua seolah-oleh perjuangan-perjuangan apapun bentuknya mengatasnamakan agama. Justru itu penulis ingin mengkaji secara komprehensif substansi-subtansi Islam radikal yang pada akhirnya dapat menemukan sebuah tesa dari dua kunci permasalahan di atas.

Tulisannya selengkapnya dapat didownload di sini.. KLIK


*Penulis

Fakhrurrazi, MA (Senior IMSAK JAKARTA dan Dosen IAIN Mataram, Mahasiswa Pascaserjana S3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s